Budget Reform akan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan

0
130

djpbn.kemenkeu.go.id – Budget Reform akan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan Gorontalo, djpbn.kemenkeu.go.id – Mengkomunikasikan antara stakeholder daerah dengan pembuat kebijakan, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Gorontalo, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi mengelar sebuah seminar ekonomi (28/10).

“Di seminar ini kita saling berdiskusi dan berbagi informasi sehingga memperoleh masukan yang bermanfaat bagi kemajuan ekonomi maupun upaya mengatasi tantangan kedepan untuk bersama mewujudkan Indonesia yang lebih baik” kata Plt.Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo, Gd.Komang Putrawijaya.

Bertajuk “Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini” seminar ini menghadirkan pemateri dari Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Agus Kuswantoro, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Desky Wijaya, dan ekonom Kementerian Keuangan, Amir Arham. “Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman stakeholder terkait pentingnya pengelolaan keuangan negara yang baik sehingga berpengaruh positif terhadap perekonomian di Provinsi Gorontalo”, sambut Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim ketika membuka seminar ekonomi ini.

Agus Kuswantoro mengungkapkan bahwa saat ini terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi global termasuk Indonesia. Kebutuhan utama saat ini adalah menciptakan anggaran yang lebih sehat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Strategi jangka panjang melalui budget reform diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, adil dan merata. Strategi jangka pendek melalui berbagai stimulus fiskal diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi melewati ketidakpastian ekonomi global.

Amir Arham memberikan empat rekomendasi untuk perekonomian Gorontalo, yaitu perbaikan struktur anggaran, prioritas pembangunan sektor produktif, peningkatan mutu SDM dan optimalisasi pemanfaatan dana desa. Menurut ekonom Kementerian Keuangan Amir Arham, Gorontalo tidak boleh bangga mengekspor komoditas namun harus dipikirkan bagaimana produk unggulan (terutama jagung) dapat diolah dan menghasilkan komoditi baru untuk substitusi ekspor, serta mendorong sektor selain pertanian, misalnya sektor pariwisata.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY